Friday, September 5, 2008

Hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang

Kita sering membicarakan tentang uang; bagaimana mendapatkan banyak uang, bagaimana mengatur pengeluaran, berapa yang ditabung, serta diinvestasikan di mana. Kita sibuk merencanakan, memikirkan, dan mengkhawatirkan uang yang kita miliki, sehingga seolah-olah uang adalah hal yang paling penting di dunia.


Uang memang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tak akan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat kita bisa melakukan banyak hal dibandingkan jika kita tak memilikinya. Tetapi sepenting-pentingnya uang, sebanyak apa pun pundi-pundi uang Anda, ada hal-hal yang tak bisa dibeli olehnya.

  1. Kehilangan waktu
    Uang tak akan mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, waktu 24 jam tersebut akan hilang dan tak akan pernah kembali. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyatakan perhatian dan kasih sayang Anda pada orang tercinta, sebelum waktu itu berlalu.
  2. Kebahagiaan
    Memang kedengarannya klise, uang tak bisa membeli kebahagiaan. Tapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat Anda merasa senang karena bisa membiayai liburan, membeli elektronik terkini, atau mobil paling cepat. Tapi setumpuk uang tak kan pernah bisa menghadirkan kebahagiaan yang nyata yang berasal dari dalam hati kita. Kebahagiaan jenis ini hanya datang dari hubungan yang membahagiakan serta dukungan dan cinta dari keluarga.
  3. Kebahagiaan Anak
    Untuk memberikan sandang dan pangan yang layak kepada buah hati memang dibutuhkan uang. Tapi uang tak bisa memberikan rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik, serta kepandaian, pada anak-anak. Hal itu merupakan buah dari waktu dan perhatian yang Anda curahkan untuk mereka dan hal-hal baik yang Anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi beberapa aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan uangnya.
  4. Cinta
    Ini satu hal klise lainnya, cinta tak bisa dibeli dengan uang, tapi akuilah hal itu benar. Dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman, dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.
  5. Penerimaan
    Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.
  6. Kesehatan
    Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.
  7. Kesuksesan
    Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.
  8. Bakat
    Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.
  9. Sikap yang baik
    Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.
  10. Kedamaian
    Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.

So, How do you think...???

Saturday, August 9, 2008

"Terjebak dalam rutinitas...."

Lagi-lagi, saya berpikir setelah kumpul bulanan dengan Direktur. Dalam kumpul tersebut, direktur menyarankan kami untuk tidak "Terjebak dalam rutinitas". Tujuannya agar kami tidak hanya cuma menunaikan kewajiban semata, karena harus di dalamnya juga terdapat improvisasi diri dan meningkatkan nilai.

Well, kami memang selama ini sering terjebak dan justru merasa keasyikan saat terjebak dalam rutinitas tersebut. Di dalam organisasi tempat saya berada saat ini terdapat banyak sekali rutinitas. Rutinitas-rutinitas tersebut seolah-olah menjadi sebuah keharusan, atau bahkan bisa disebut dengan kewajiban, bahkan dianggap menjadi sebuah sistem (dalam istilah Direktur disebut sebagai "Sunnah Pondok").

Saya juga tidak merasa bahwa rutinitas-rutinitas atau kewajiban tersebut memiliki strategi-strategi yang nyata. Akhirnya, saya melihat bahwa rutinitas-rutinitas tersebut kian berkembang menjadi sebuah kebiasaan yang justru mengkerdilkan. Sebaiknya, rutinitas tersebut haruslah berupa rutinitas yang dibuat untuk mencapai hasil yang tidak rutin: kesuksesan! Ya, memang kesuksean tidak bisa diraih secara rutin. Rutinitas-rutinitas tersebut haruslah sejalan dengan penguatan semangat, cita-cita yang tinggi dan bahkan disejajarkan dengan kemampuan, untuk meraih kesuksesan...

Yah, memang setiap bulan penuh dengan masalah. Tapi, saya yakin bahwa setiap masalah yang datang setiap hari merupakan alat yang dapat meningkatkan kelas kita. Dengan adanya masalah, kita tertantang untuk selalu menemukan solusi-solusi untuk menyelesaikannya, baik itu solusi temporer maupun solusi permanen...

Solusi temporer sangatlah sering diucapkan dan diutarakan, tapi itu merupakan solusi temporer. Yang paling parah adalah, saat kami merasa solusi temporer tersebut telah selesai menyelesaikan masalah, masalah yang sebenarnya masih menggunung tersebut, terlupakan begitu saja, seolah-olah masalah tersebut habis oleh solusi temporer. Solusi temporer haruslah kita ubah menjadi solusi permanen, agar memang kelas kita juga meningkat secara permanen, tidak hanya temporer begitu saja. Sayangnya, kami memang masih bodoh dan belum bisa untuk mencari solusi-solusi permanen...

Selalu "menyimpan masalah" seringnya membuat kelas kita merasa selalu rendah, atau bahkan mengingat-ngingat dosa. Pada akhirnya hal tersebut membuat kita tidak yakin untuk menghadapi masalah-masalah selanjutnya...

How do you think?

Sunday, August 3, 2008

Saat-saat Anda pengen kabur dari kerjaan...

Jika Anda mengalami hal-hal seperti point dibawah ini (lebih dari 3 hal), lebih baik Anda pindah bekerja. Sekalipun Anda paksakan untuk tetap berada di situ, hasil pekerjaan Anda pun menjadi tidak maksimal. Sebelum Anda memutuskan untuk hengkang dari perusahaan yang sekarang, ada baikknya jika Anda mencari tau terlebih dahulu informasi-informasi mengenai perusahaan tersebut.

  • Karier Mandeg
    Jika Anda sudah bertahun-tahun bekerja di tempat yang sekarang ini tidak juga menunjukkan perubahan status yang jelas untuk karier Anda, sudah saatnya Anda berpikir untuk meninggalkan perusahaan. Apalagi Anda sudah mendiskusikan hal tersebut dengan atasan tetapi tidak juga ada tanggapan yang positif.
  • Gaji Kurang
    Inilah faktor yang paling utama mengapa banyak karyawan pindah kerja. Membicarakan masalah uang memang sangat sensitif, apalagi mereka yang telah bekerja. Cape-cape mereka bekerja untuk perusahaan tetapi imbalan atau gaji yang diberikan tidak sesuai dengan cape yang dirasakan yah lebih baik untuk mencari pekerjaan lain saja.
  • Tidak Cocok Dengan Pekerjaan
    Cocok atau tidaknya pekerjaan yang Anda lakukan sekarang adalah tergantung dari diri sendiri. Banyak sekarang ini pekerjaan yang mereka geluti tidak sesuai dengan ilmu yang diambilnya semasa kuliah. Jika Anda sudah merasa tidak cocok dengan apa yang Anda kerjakan sekarang, lebih baik untuk mencari pekerjaan lain. Jika hal tersebut dipaksakan hasil pekerjaan Anda tidak maksimal.
  • Memburuknya Hubungan Rekan Kerja
    Hubungan Anda dengan rekan kerja memburuk. Wah kondisi seperti itu bisa dibilang tidak sehat lagi. Mau dipaksakan dengan cara apapun juga, tetap saja tidak akan pernah bisa memperbaikinya apalagi rekan kerja Anda tidak sepaham dan telah menyakiti hati Anda. Anda pun lama-lama juga tidak betah berada disana. Rasanya seperti di neraka saja.
  • Tawaran Lain
    Jika ada tawaran yang lain yang lebih menggiurkan dan jelas misalnya tersedianya fasilitas-fasilitas untuk para karyawan, tunjangan kesehatan dan lain sebagainya, mengapa tidak Anda ambil? Apalagi perusahaan tempat Anda bekerja sekarang ini tidak menyediakan fasilitas-fasilitas tersebut.
Well, begitukah Anda dalam dunia pekerjaan???...

Tentang saya

My photo
Tangerang, Banten, Indonesia
Willy Saefurrahman 23 tahun Jomblo