Friday, October 17, 2008

Michael Faraday's Story

Di atas sebuah kandang kuda di London menetap seorang pemuda melarat, Michael Faraday, yang tujuh tahun lamanya menjadi tukang jilid dan penjual buku. Suatu hari, ketika ia sedang menjilid Encyclopedia Britannica, perhatiannya tertarik pada karangan tentang listrik dan ia membacanya sampai habis. Ia membeli botol kecil, panci tua, dan alat-alat sederhana lainnya untuk melakukan percobaan-percobaan.

Salah seorang pembeli buku menaruh perhatian pada pemuda itu dan mengajak ia mendengarkan ceramah tentang ilmu kimia oleh Sir Humphry Davy. Faraday mengumpulkan semua keberaniannya dan menulis sepucuk surat kepada sarjana besar itu.

Pada suatu malam, sebelum Michael tidur, kereta Sir Humphry berhenti di depan rumahnya yang reyot itu. Seorang kurir memberikan undangan kepada Faraday untuk berkunjung ke rumah sarjana itu. Michael hampir-hampir tidak mempercayai hal itu. Esoknya, ia menerima usul Sir Humphry Davy dan bekerja pada ahli kimia itu. Ia membersihkan alat-alat laboratorium
dan membawanya ke ruang kuliah.

Dengan penuh minat dan perhatian, ia mengikuti semua gerak-gerik Davy saat yang disebut terakhir itu mengenakan topeng kaca dan mengadakan percobaan-percobaan berbahaya dengan zat-zat yang bisa meletus. Michael pun dengan rajin belajar dan melakukan percobaan-percobaan.

Tak lama kemudian, pemuda miskin ini diminta untuk memberikan ceramah di depan Lembaga Ilmu Alam Inggris dan diangkat menjadi profesor di Akademi Kerajaan di Woolwich. Ia menjadi ahli ilmu alam terbesar di zamannya. Apabila ada orang yang bertanya kepada Sir Humphry Davy, apakah penemuannya yang terbesar, maka jawabannya adalah: Michael Faraday.


Keberhasilan akan bisa dicapai jika ada keinginan untuk benar-benar maju dan berani mengambil risiko serta kemampuan bertahan menghadapi kendala dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya.

Wednesday, October 15, 2008

Tip dan trik komputer #001

Selain rubrik "Tahukah Anda...", saya juga pengen bagi-bagi informasi serta tip dan trik untuk beberapa masalah komputer. Nah, untuk yang pertama, kita akan mulai dari USB terlebih dahulu aja....

Mematikan drive-drive USB secara total
Dulu, saya punya temen yang komputernya kena virus. Komputernya memang komputer jamaah (sering digunakan oleh bareng-bareng). Wajar lah, mahasiswa kere! hehehe (sorry, mungkin sekarang dia udah kaya kali ya?...) Virusnya nyebar ke komputernya dengan menggunakan media flash drive. Kesel karena beberapa kali install ulang ternyata tuh virus nongol lagi, dan nongol lagi (flash drive temen-temennya sih pada nyolokin mulu tiap hari), akhirnya dia blokir port-port USB biar nggak kepake lagi. Memblokir floppy sih gampang, cuma matiin aja di BIOS, tapi kalo flash drive? Kalo dalam BIOS, USB-nya dicabut, maka semuanya akan mati (termasuk printer, scanner, dan semua periferal lainnya). Akhirnya, cara memblokirnya cukup efektif cuman lucu, menutupnya dengan menggunakan solasi ban.. Komputernya pun akhirnya aman!

Tapi, saat ini, Anda nggak usah berusaha sebegitu beratnya untuk menghalau penyebaran virus ke komputer Anda, dengan memblokir semua port USB yang ada dalam komputer (yang akhirnya akan menyebabkan beberapa periferal nggak bisa digunakan karena port-nya kan ditutup). Cukup modifikasi registry Windows, dan port USB untuk media penyimpanan kaya flash drive pun nggak bakalan bisa digunain lagi. Efektif memang, tapi akibatnya kita nggak bisa ngegunain flash drive dan semua media penyimpanan berbasis USB. Mau tahu caranya? Ikuti cara ini:

  1. Masuk registry editor dengan: Start --> Run--> "Regedt32.exe" (tanpa tanda kutip)
  2. Navigasilah ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\UsbStor
  3. Di sana ada sebuah entri, bernama Start. Double click entri tersebut, dan ubah nilainya menjadi 4 untuk mematikan USB, atau mengubahnya menjadi 3 untuk menyalakan kembali.
  4. Tutup registry editor Windows, dan restart komputer.
  5. Colokin flash drive Anda, dan Anda pun nggak bakalan bisa menggunakan flash drive!


Tuesday, October 14, 2008

Junk foods in our life...

Semua makanan instan itu adalah makanan sampah (junk food). Itulah yang terpatri di benak kebanyakan orang. Akibat kampanye kesehatan yang dicerna agak miring, otomatis publik menganggap semua makanan instan adalah sampah atau lebih tepatnya merugikan kesehatan kita. Terlebih lagi jika makanan itu berasal dari budaya barat. Iklan memang kadang memberi efek berlebihan pada kehidupan kita. Padahal ada sejumlah makanan yang selintas kita anggap “sampah” justru memiliki kandungan gizi yang masih layak dikonsumsi andai diolah secara baik.

Berikut daftar 10 makanan yang awalnya adalah makanan sehat, tapi setelah terlalu dikomersilkan justru menjadi sampah.

  1. Pizza
    Bukan hanya kita di Indonesia, bahkan orang Amerika pun menganggap pizza masuk kategori junk food. Bisa jadi akibat bingung dengan iklan di televisi. Padahal di negara asalnya, Italia, ada hukum yang mengatur bagaimana komposisi pizza idealnya dibuat. Ditentukan mulai dari jenis tepungnya, tomat, mozarela, sampai ke minyak zaitunnya. Makanan ini jika diolah sesuai ketentuan merupakan makanan praktis lagi kaya gizi. Sayangnya, mulai banyak pizza yang diolah terlalu komersil sehingga mengandung terlalu banyak lemak, kalori, sodium, namun rendah gizi.
  2. Sayuran Organik Komersil.
    Awalnya ini adalah ide yang baik. Sejumlah petani memulai gerakan tanaman organik, menghindari pestisida dan pupuk kimia. Mereka menanam dengan cara alamiah.Namun setelah 30 tahun berlalu, produk tanaman organik menjadi kasus. Sejumlah waralaba besar menginginkan profit berlebih. Akibatnya diproduksi makanan sampah organik seperti susu organik, sayuran organik, yang semuanya berlabel. Apakah itu sungguh sehat dikonsumsi, kadang diragukan. Istilah “organik” kerap hanya sebagai label belaka.
  3. Sereal.
    Di Indonesia kini sarapan pagi yang biasa bermenu nasi uduk atau lontong sayur mulai digeser dengan sereal. Aslinya, sereal yang ideal terbuat atas gandum, oat atau beras. Intinya adalah bahan pangan untuk manusia. Kandungannya adalah protein, lemak sehat dan vitamin. sayang, mulai marak produsen makanan yang menambah bahan gula, sirup jagung, garam, makanan yang dikeringkan dan sejenisnya. Bahan-bahan inilah yang membuat sereal menjadi sampah di tubuh kita.
  4. Roti Tawar.
    Roti tawar yang berbahaya bagi kesehatan adalah yang mengandung bahan tak sehat. Dan ini justru yang banyak beredar di negara maju seperti AS. Yakni mengandung tepung dengan gula, siruo jagunng, bahkan sejumlah bahan tambahan tak berguna. Kandungannya membuat orang berisiko menderita obesitas dan diabetes sebab sekali dimakan akan langsung dikonversi menjadi gula darah bernama glokosa. Glukosa ini membuat pankreas bekerja keras dan merusak organ sekitar. Roti tawar yang sehat adalah yang terbuat dari tepung dan air dengan sedikit garam dan yeast.
  5. Popcorn.
    Jangan terlalu ketagihan makan popcorn yang berasa asin dan menggoda. Pada dasarnya bahan jagung itu sehat, mengandung zat besi tinggi, kalori rendah dan sedikit gula, garam dan lemak. Sayang kini justru kandungan gula, lemak dan garamnya sangat luar biasa. Jauh lebih sehat menyiapkan popcorn sendiri di rumah dengan campuran garam dan gula yang terkendali.
  6. Kentang Russet.
    Ini adalah jenis kentang yang dipakai untuk membuat french fries alias kentang goreng yang kita kenal sebagai camilan lezat. Kentang Russet ukurannya lebih besar dari kentang biasa, juga lebih murah. setelah dianalisa, kentang ini jika dikonsumsi cepat terkonversi menjadi gula darah dan memicu diabetes dan obesitas. Karena rasanya yang hambar, banyak produsen menambahkan gula dan garam ke bahan ini.
  7. Teh Hijau
    Dipercaya berkhasiat mencegah kanker, teh hijau banyak dikonsumsi di Asia termasuk Indonesia. Teh ini mengandung antioksidan dan komponen lain yang katanya mengurangi risiko kanker, serangan jantung, bahkan membuat awet muda. Kini teh hijau banyak dijual dalam kemasan botol, ditambah beragam rasa agar menarik. Zat seperti gula, bahan penambah rasa dan pengawet justru membuat teh hijau bukan lagi minuman sehat.
  8. Sup Kalengan.
    Pada dasarnya sup adalah makanan sehat. Itu jika disajikan dalam keadaan segar dengan kandungan sayuran dan komposisi bumbu seimbang. Namun orang kadang lebih suka yang praktis, sehingga membeli sup kalengan. Awalnya sup kalengan juga masih ideal, sayangnya lama-lama produsen hanya memikirkan profit semata. Satu kaleng sup bisa mengandung 100 miligram sodium dan garam berlebihan, serta lemak dan zat kimia lain. Tentu saja bahan-bahan itu jauh dari definisi sehat.
  9. Yogurt.
    Betul bahwa yogurt makanan sehat yang terbuat dari proses fermentasi bakteri. Proteinnya tinggi, kalsium dan vitaminnya memberi efek bagus pada tubuh. Kelamaan di pasar swalayan banyak dijual yogurt kemasan bermerek. Biasanya mengandung banyak gula dan buah yang diproses, lalu menyamar sebagai makanan sehat.
  10. Nugget Ikan
    Ikan memang sehat. Maka banyak ditawarkan godaan produk ikan dalam bentuk instan dan konon lezat. Nuget ikan atau ikan yang sudah diolah lalu siap saji cukup dengan menggorengnya kini menggoda kita untuk membeli. Memang praktis, tak perlu membersihkan ikan mentah yang bau amis dan kotor. Jangan salah, ikan jenis ini justru lebih banyak kandungan garam dan lemak. Kalau sudah begitu, pastinya nilai positif ikan sudah nyaris tak tersisa lagi.

How do you think?

Tentang saya

My photo
Tangerang, Banten, Indonesia
Willy Saefurrahman 23 tahun Jomblo